ADAPTASI TANPA DRAMA: KIAT BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN OJT
Cara menghadapi atasan, rekan kerja, tamu, adaptasi sistem dan budaya kerja
Dunia perkuliahan dan dunia profesional sama gak sih? Dari classroom atau dunia perkuliahan ke dunia pekerjaan atau profesional tentu berbeda. Dalam dunia pekerjaan restoran dan hotel, ada tiga pihak utama yang harus dihadapi setiap hari: atasan, rekan kerja, dan tamu. Masing-masing tentu saja membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Berikut adalah kiat adaptasi spesifik utuk menghadapi atasan, rekan kerja, dan tamu:
1. Menghadapi Atasan
Atasan di tempat OJT (On The Job Training) adalah sumber bimbingan selama OJT.
Atasan di tempat OJT tentu tidak mencari mahasiswa paling pintar, tetapi yang paling bisa diandalkan. Banyak trainee gagal bukan karena tidak bisa kerja, slah satunya karena tidak bisa membaca gaya atasan.
Atasan, khusunya pada industry hospitality biasanya:
- Fokus pada hasil
- Kurang waktu untuk basa-basi
- Tegas karena tanggung jawabnya besar.
Yang perlu dilakukan:
- Dengarkan arahan dan instruksi tanpa membatah atau berdebat
- Jika ada yang belum dipahami atau mengerti tanyakan, tapi lihat situasi jangan ketika restoran rush. Tanyakan dengan sopan, bukan diam lalu salah.
- Tunjukkan inisiatif kecil: bantu sebelum diminta, bereskan area kerja.
Yang perlu dihindari:
- Mengeluh soal pekerjaan, jam kerja, dan shift.
- Membandingkan dengan kampus: “Di kelas tidak begitu…, di kampus saya bukan begitu yang dipraktekkan….”.
2. Menghadapi Rekan Kerja: Bukan Saingan, tapi Tim
Di restoran, kamu tidak bekerja sendiri. Kamu masuk ke sistem tim yang sudah berjalan.
Rekan kerja adalah bagian dari tim pendukung Anda dan kunci untuk memahami budaya perusahaan. Rekan kerja bukan sahabat, tapi partner kerja.

Yang perlu dilakukan:
- Amati dulu cara mereka bekerja sebelum banyak bicara.
- Ikuti ritme tim, jangan berjalan dengan gaya sendiri.
- Jangan pilih-pilih tugas (semua dimulai dari hal kecil).
Yang perlu dihindari:
- Terlalu defensif saat dikoreksi.
- Menganggap senior sebagai “galak” padahal mereka sedang menjaga standar.
- Mudah baper (mudah terbawa perasaan), segala jenis teguran bisa saja untuk bahan perbaikan atau untuk mengindari kesalahan besar yang mungkin akan terjadi. Jika teguran masih bersifat membangun dan masih seputar pekerjaan, artinya itu demi kepentingan operasional, kecuali kaitannya dengan pribadi, fisik (body shamming), rasis, maupun kekerasan lainnya wajib melaporkan ke atasan/mentor terkait.
- Jangan ikut gossip, ingat focus kalian untuk belajar dan mendapatkan leporan On The Job Training sesusai deadline
Ingat:
“Orang yang mau diajari selalu lebih cepat berkembang daripada orang yang merasa sudah bisa”.
3. Menghadapi Tamu: Kamu Adalah Wajah Restaurant
Saat OJT, kamu mungkin masih trainee, tapi di mata tamu, kamu adalah representasi hotel atau restoran itu.
Setiap jajaran/sumber daya manusia yang ada di hotel/restoran adalah wajah dari hotel/restoran itu sendiri. Setiap orang pun memiliki peran penting masing-masing demi kelancaran operasional.
Tamu dating dengan berbagai mood:
- Lelah
- Lapar
- Marah
- Bahagia (karena dalam perayaan tertentu : ulang tahun, anniversary, kelulusan)
- Perfeksionis
“You are not just serving food, beverage or rooms – you are serving emotion and expectation”
Sikap yang harus dibangun:
- Senyum, kontak mata, dan bahasa tubuh yang terbuka.
- Dengarkan dengan penuh perhatian, jangan memotong pembicaraan tamu.
- Jika ragu, jangan berjanji dan segera informasikan ke supervisor/ atasan.
- Mulai percakapan dengan hal-hal ringan, misalnya: referensi makanan/minuman yang tamu suka, informasi dan rekomendasi kuliner serta tempat wisata sekitar area restoran/hotel, dan hindari membahas masalah pribadi, agama, status pernikahan, politik, dsb.
Jika tamu komplain:
- Jangan defensif. Dengarkan, empati, dan sampaikan ke atasan.
- Tamu tidak selalu benar, tapi perasaan tamu selalu penting.
Kesimpulan
- OJT bukan hanya tentang bisa membawa tray atau mencatat pesanan.
- OJT adalah tentang siapa kamu saat berada dibawah tekanan.
Mahasiswa yang berhasil adalah mereka yang:
- Rendah hati saat belajar
- Cepat menyesuaikan diri
- Tulus saat melayani
A. Adaptasi Diri: Dari Anak Sekolah ke Profesional
OJT adalah masa transisi:
Dari “aku mau nyaman”
Menjadi
“Aku mau bertumbuh”
Adaptasi bukan berarti kehilangan jati diri. Akan tetapi menaikkan level diri. Karena di dunia kerja, yang bertahan bukan yang paling pintar, tapi yang paling bisa menyesuaikan diri.
B. Adaptasi degan SOP (Standard Operating Procedure): Jangan Kreatif di Tempat yang Butuh Konsistensi
Di sekolah, kamu boleh bereksplorasi. Di dunia kerja, kamu harus mengikuti prosedur opersional standar yang ada.
SOP dibuat bukan untuk membatasi, tetapi untuk menjaga kualitas, menghindari kesalahan fatal, serta melindungi tamu dan perusahaan.
C. Adaptasi dengan Sistem Kerja: Kerja itu Rantai, Bukan Solo.
Di dunia pekerjaan/industry, tidak ada yang benar-benar kerja sendirian. Kalau satu bagian lambat, semua terkena dampaknya.
Kunci adaptasi system kerja adalah dengan memahami alur, bukan cuma tugas.
Trainee yang matang:
- Tahu kapan harus cepat
- Tahu kapan harus menunggu
- Tahu siapa yang harus dihubungi
Bukan hanya tahu “saya harus ngapain.”
D. Adaptasi Dengan Budaya Kerja: Bukan Tentang Benar atau Salah
Setiap tempat punya budaya, ada yang formal, cepat dan keras, dan ada juga yang santai namun targetnya tinggi.
Budaya kerja menentukan:
- Cara bicara
- Cara memberi feedback
- Cara menyelesaikan masalah
Jika kamu menolak budayanya, maka kamu akan cepat bosan dan bilang “tidak cocok.”
Kunci adaptasi budaya kerja:
“Jangan langsung menghakimi, pahami dulu.”
Orang yang sukses bukan yang berkata: “Tempat ini salah”, tapi yang berkata,”Oh, di sini caranya seperti ini.”
E. Adaptasi = Bartahan + Berkembang
| Tidak Dinilai | Dinilai |
| Seberapa pintar bicara | Seberapa cepat mengikuti SOP |
| Seberapa banyak teori yang kamu tahu | Seberapa lancar masuk ke sistem |
| Seberapa dekat dengan atasan | Seberapa fleksibel dengan budaya kerja |
Di industri F&B, attitude membuka pintu karier lebih cepat daripada skill.
Gimana, tertarik untuk berkarier di industri perhotelan, khususnya bagian Food and Beverage Service? Yuk kita belajar dengan fun learning dan jika kalian penasaran dengan Jurusan ini dan tertarik untuk mencari tahu lebih jauh, kalian bisa datang ke Kampus Elizabeth International yang ada di Denpasar, Gianyar ataupun Nusa Dua.
Atau jika kalian mau sekedar cekcek tanpa keluar rumah, bisa kunjungi dulu webistenya di www.kampuselizabeth.com atau instagram Elizabeth International @elizabeth_international.
Penulis: HH





