Antara Visual, Auditori, dan Kinestetik. Gaya Belajar Kamu yang Mana?
Kalian pasti pernah memperhatikan teman-teman kalian di Kampus Elizabeth International yang memiliki cara belajar dengan berbagai gaya. Mungkin ada teman kalian yang lebih suka belajar dengan mendengarkan musik, ada yang lebih suka menyendiri dengan cara membaca buku saja, ada yang lebih cepat paham dengan cara mendengarkan audio, atau yang lebih menyukai gaya belajar dengan cara praktik. Kalau kalian sendiri lebih suka gaya belajar yang bagaimana?

Memang pada dasarnya, setiap orang pasti memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Setiap orang punya cara untuk bisa memahami sesuatu dengan lebih baik. Untuk itu ada baiknya kita tahu gaya belajar apa yang sekiranya sesuai dengan diri kita. Jika kita memahami gaya belajar yang tepat, tentunya kita bisa belajar secara lebih efektif dan bisa memahami mata kuliah dengan lebih baik.
Dikutip dari situs blog.ruangguru.com ada tiga gaya belajar menurut Bobby De Potter. Seperti apa saja sih gaya belajar yang dimaksud? Menurut ahlinya, gaya belajar seseorang dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Apakah yang dimaksud dengan tiga gaya belajar tersebut? Yuk kita bahas lebih dalam dalam artikel ini.

Gaya Visual biasa cenderung berfokus pada penglihatan. Saat mempelajari hal baru, biasanya tipe ini perlu melihat sesuatu secara visual untuk lebih mudah mengerti dan memahami. Selain itu, tipe visual juga lebih nyaman belajar dengan pengunaan warna-warna, garis, maupun bentuk. Lalu ciri-cirinya apa saja sih kalau gaya belajar kalian adalah gaya visual. Biasanya orang yang cenderung belajar dengan gaya visual lebih mudah mengingat dari yang dilihat daripada yang didengar. Lebih suka membaca daripada dibacakan, berbicara dengan tempo agak cepat, cukup peduli dengan penampilan dan pakaian, lebih menyukai melakukan demonstrasi daripada pidato, sulit untuk menerima instruksi secara verbal kecuali ditulis, tidak mudah terdistraksi dengan keramaian dan biasanya suka menggambar apa pun di kertas.

Untuk kalian yang memiliki gaya belajar secara visual, ada beberapa cara belajar yang efektif yang bisa kalian lakukan, diantaranya belajar dari gambar maupun video yang menarik, membaca buku yang tidak hanya tulisan saja tetapi juga memiliki ilustrasi, gunakan spidol warna-warni saat membuat catatan agar kamu bisa lebih fokus dan coba buat mid mapping agar lebih memudahkan kamu belajar.
Gaya belajar kedua, disebut Gaya Audiotori. Seperti apakah gaya belajar ini? Untuk yang memiliki gaya belajar auditori, biasanya akan mengandalkan pendengaran sebagai menerima informasi dan pengetahuan. Orang tipe ini tidak masalah dengan tampilan visual saat mengajar, yang penting adalah mendengarkan pembicaraan dosen dengan baik dan jelas. Makanya tipe auditori biasanya paling peka dan hafal dari setiap ucapan yang pernah didengar bukan apa yang dilihat. Kalian punya nggak teman yang hobi untuk mengingatkan kelas untuk tenang ? Nah,bisa jadi teman kalian ini adalah tipe auditori.

Ciri-cirinya? Biasanya mereka adalah orang –orang yang senang mendengarkan. Lebih mudah mengingat sesuatu dari apa yang didengar daripada yang dilihat. Mudah terdistraksi dengan keramaian, kesulitan dalam tugas atau pekerjaan yang melibatkan visual, pandai menirukan nada atau pun irama suara, senang membaca dengan mengeluarkan suara atau menggerakkan bibir mereka dan biasanya mereka merupakan pembicara yang fasih. Mereka juga mudah dalam mengingat nama saat berkenalan dengan orang baru.
Lalu metode seperti apa yang efektif buat mereka yang memiliki gaya belajar auditori ? Belajar dengan cara mendengarkan musik yang disukai adalah salah satu cara yang efektif. Bisa juga dengan cara merekam saat dosen mengajar lalu dikemudian hari didengarkan kembali. Jika membaca buku, bisa sambil diucapkan dengan suara pelan untuk lebih mudah mengingat. Mendengarkan materi yang diajarkan dosen saat di kelas dengan seksama dan belajar dengan diskusi bersama teman supaya lebih mudah memahami maupun mengingat materi kuliah
Gaya belajar ketiga adalah gaya belajar kinestetik. Kalian yang memiliki gaya belajar ini akan lebih menyenangi belajar yang melibatkan gerakan-gerakan. Biasanya orang yang tipe ini, merasa lebih mudah mempelajari sesuatu tidak hanya sekedar membaca buku tetapi juga mempraktikkanya. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri bagi tipe kinestetik. Biasanya kalian yang memiliki gaya belajar tipe kinestetik tidak betah berdiam lama-lama di kelas.

Buat kalian yang cenderung memiliki gaya kinestik ini, biasanya memiliki ciri-ciri menyukai belajar dengan metode praktik, kadang kesulitan dalam menulis tetapi pandai dalam bercerita. Kalian juga menyukai aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari. Saat berkomunikasi banyak menggunakan isyarat tubuh dan suka menghafal dengan cara berjalan atau melihat. Lalu bagaimana donk cara belajar yang tepat untuk orang-orang yang memiliki gaya belajar ini? Upayakan saat kalian mendapatkan materi belajar, bila memungkinkan segera coba praktikkan. Belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan atau sesederhana menjetikkan jari. Melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari dosen dan juga bisa mengunjungi tempat yang berhubungan dengan materi di pelajaran, misalnya untuk mata kuliah culinary, kalian akan langsung praktik di dapur (kitchen) kampus atau pada saat mata kuliah reception, kalian akan melakukan role play sebagai seorang receptionist.
Sekarang kalian sudah mengetahui kan tiga gaya belajar menurut Bobby De Potter. Kira-kira apakah kalian sudah mengenali gaya belajar kalian? Semoga dengan kalian semakin mengenali gaya belajar masing-masing, kalian akan bisa belajar dengan cara yang lebih efektif. Selamat Belajar, Sahabat Ezzy, Salam Sukses Luar Biasa !
DS – Ezzy Career Elizabeth International





